FoodPrice ID

TA
Unsupervised Learning

Segmentasi Wilayah & Pola Harga (K-Means)

Hasil klasterisasi tingkat kestabilan harga komoditas pangan regional menggunakan K-Means Clustering.

Cluster 0Normal
Rata-rata: Rp 34.995
Cluster 1Waspada
Rata-rata: Rp 46.241
Cluster 2Stabil
Rata-rata: Rp 16.227

Perbandingan Rata-Rata Harga Antar Cluster

Legenda:StabilSedangFluktuatifPrioritas

Perbandingan profil harga rata-rata secara objektif hasil pemetaan matematis K-Means.

Tabel Rincian Profil Karakteristik Cluster

ClusterLabel KarakteristikRata-rata HargaRata-rata FluktuasiRata-rata Kenaikan (%)Skor Risiko (1-10)Jumlah Sampel Data
Cluster 0NormalRp 34.995Rp 2.6390.52%4 / 1024
Cluster 1WaspadaRp 46.241Rp 4.8920.31%6 / 1016
Cluster 2StabilRp 16.227Rp 1.2310.50%2 / 1024

Uji Coba Inferensi K-Means Cluster

Form untuk memetakan statistik pergerakan harga pangan baru ke dalam segmentasi cluster K-Means secara real-time.

Parameter Cluster Komoditas/Wilayah

Menunggu Input

Silakan isi data statistik pergerakan harga komoditas/wilayah di sebelah kiri dan klik tombol segmentasi untuk memproses model unsupervised learning.

Naratif AnalisisAnalitik Klaster

Rekomendasi Kebijakan Berbasis Segmentasi Wilayah

Berdasarkan hasil clustering menggunakan algoritma K-Means dengan k=4 (Silhouette Score: 0.584), dipetakan daerah dengan kerawanan pangan tinggi yang diklasifikasikan ke dalam Cluster 3 (Prioritas Intervensi). Wilayah ini ditandai dengan harga rata-rata yang sangat tinggi serta volatilitas harga bulanan yang curam.

Pemerintah disarankan untuk memprioritaskan penyaluran subsidi transportasi bahan pangan dan penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) ke daerah yang tergolong dalam Cluster 3. Sebaliknya, wilayah yang tergolong Cluster 0 (Stabil) dapat dijadikan basis pemasok (suplier regional) untuk menyuplai pasokan ke wilayah defisit guna menstabilkan harga nasional.

Diperbarui: 2026-05-18